Stw main rekam sendiri ama sumainya

Ada perasaan jijik berada dalam pelukannya, namun aku sangat mencintainya. "Mari mbak, mas, silahkan dimakan rotinya, ntar keburu dingin loh" aku mempersilahkan tamuku untuk mulai sarapan. Soalnya sudah terlanjur janjian untuk creambath dengan salon langganan kami". Dengan perlahan aku membuka pintu belang, membuka sepatu dan berjinjit masuk ke dalam. Di ruang yang sama mereka mengulangi lagi perbuatan mereka. Aku kaget, namun suamiku segera menyumbat mulutku dengan ciumannya.Kehidupan seks kami sangat baik, kami sangat terbuka untuk berdiskusi tentang apa saja mengenai hal ini, bahkan pernah sekali dua kali kami menyinggung tentang tukar pasangan, namun aku tak menanggapinya dengan serius. Aku memberikan roti yang telah berisi selai kepada suamiku. Sesaat mereka terdiam, tiba-tiba mbak Sally menimpali "mungkin sebaiknya kita istirahat aja di rumah. Kulihat suamiku sedang menjilati vagina mbak Sally, sementara ia memberikan service mulut bagi suaminya. Kami bertiga udah biasa melakukan ini semenjak kuliah dulu. Mbak Sally gak berhenti di sana, tangannya terus bergerilya sehingga dalam sekejap rok dan kaosku sudah terbuka.

Napasku kian memburu, antara cemburu dan nafsu, tapi aku berusaha kendalikan diri. Bersamaan dengan itu mas Edy dan mas Tomy mengakhiri pendakian mereka dengan menyemburkan mani mereka ke mulut dan tubuh mbak Sally.Suara mbak Sally seakan mengalahkan volume TV, Ouhhhss, ***** my Ass hole!! Lenguhan kedua lelaki membuat saya segera berjinjit dan segera masuk kembali ke kamar tidur.Rasa hausku hilang, namun ada semacam perasaan aneh yang tak bisa kulukiskan.Saya cemburu suamiku bercinta dengan wanita lain di depan mataku, tapi yang membuat saya bingung suami dari wanita itu juga terlibat dalam aksi seks itu, dan nampaknya mereka sangat menikmati permainan itu. Namun, akhirnya mereka sepakat untuk tidak kemana-mana sehingga perasaanku semakin gak karuan.Ingin sekali saya bertanya, namun kata-kata sepertinya terpaku dalam mulutku. Aku gak tahu apa arti senyumnya, namun perasaanku mengatakan ada sesuatu yang sebenarnya ingin ia katakan. Jika mas mau antar mbak Sally dan mas Tomy tolong diatur agar mereka tidak kecewa. Perlahan aku membuka pagar dan langsung menuju halaman belakang.

Suamiku balas memelukku, mencium keningku kemudian langsung tertidur. Saya tidak tahu berapa jam mereka bertiga bergelut tadi. Ada semacam rasa benci dalam hati, namun aku berusaha untuk mengendalikannya. Sayang sekali karena saya gak bisa ikut dengan kalian. Rumah nampak sepi, tapi perasaanku deg degkan sekali. Sementara mereka masih tetap telanjang, tidak berusaha untuk menutupi aurat mereka. Tiba-tiba suamiku memelukku, dan mencium tengkukku. "Maaf say, sekali lagi maaf..." Aku tidak bereaksi, sampai mbak Sally duduk di sampingku dan mulai mencium telingaku.Ia tak pernah seliar ini, namun aku tak berusaha untuk menahannya.Aku sedang tenggelam dalam luapan gairah yang tak pernah kurasakan sebelumnya.Dan, impian tergilanya yang hingga kini belum juga saya penuhi, yakni anal seks, terwujudkan bersama mbak Sally. Segera aku membereskan rumah, dan yang jadi prioritasku adalah ruang keluarga. Selesai bersihkan rumah, aku segera menyiapkan sarapan pagi. Antara sadar dan tidak kurasa ada seseorang yang menarik celana dalamku dan membuka lebar kedua pahaku. Aku pasrah saja, sehingga ketika ada lidah yang bermain-main di vaginaku aku hanya bisa melenguh, mendesis dan menggigit bibirku.Aku bingung, apakah mbak Sally teriak kenikmatan karena kemaluan suaminya yang bersarang di vaginanya, atau penis suamiku yang mengerjai duburnya? Aku semakin penasaran, namun sejujurnya masih ada perasaan aneh yang tak bisa kuungkapkan. Jam sudah menunjukkan pikul 07.00 tapi mereka bertiga belum juga bangun. "Jam tujuh lewat" kataku langsung memberikannya handuk. Ntar gak enak sama mbak Sally dan suaminya loh" Aku berusaha berbicara dengan nada yang wajar. Benar-benar favorit kami di Jakarta" mbak Sally membuka pembicaraan. Aku gak tahu lidah siapa yang bermain di sana, namun kuyakin itu bukan milik suamiku.Kutunggu mungkin hampir satu jam ketika suamiku muncul di kamar kami. Aku mencoba untuk membuang memoriku semalam, namun semakin jelas dalam benakku episode-episode percintaan mereka semalam.